Mau Beli Rumah Tapi Tidak Mau KPR? Ini Solusi Masuk Akal dan Tetap Halal

Meski dana belum cukup, kini Anda tak perlu menunggu waktu yang lama untuk berhenti mengontrak dan tinggal di rumah sendiri. Anda bisa memanfaatkan program KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dibiayai oleh bank. Apalagi pemerintah juga memiliki program rumah subsidi yang pembeliannya bisa dilakukan lewat skema KPR dengan uang muka dan suku bunga yang lebih rendah dari KPR konvensioal (non-subsidi).


Akan tetapi, tak semua orang tertarik untuk membeli rumah lewat KPR. Beberapa dari mereka yang beragama Islam cenderung menghindari KPR karena takut riba. Selain itu, banyak orang memilih untuk tidak mengambil KPR karena tidak mau terlilit hutang jangka panjang. Seperti diketahui, tenor atau jangka waktu KPR umumnya antara 5 hingga 25 tahun. Jika dihitung-hitung, total uang yang Anda kembalikan ke bank memang akan jauh lebih besar.

Tanpa KPR pun, sebetulnya ada solusi lain yang bisa diambil jika Anda ingin membeli rumah secara halal tidak menyalahi aturan agama. Juga tanpa terlibat hutang jangka panjang dengan bunga yang memberatkan. Bagaimana caranya?

Mencicil langsung ke pengembang

Kini semakin banyak pengambang syariah yang menawarkan program kredit pembelian rumah tanpa riba. Pembeli juga tidak harus mencicil ke bank dan membayar bunga karena transaksi terjadi langsung antara pembeli dan pengembang. Jadi pembeli membayar cicilan ke pengembang secara langsung dengan jumlah cicilan yang tetap setiap tahunnya.

Namun program ini biasanya hanya memberi tenor 10 hingga 15 tahun. Sehingga jumlah cicilan mungkin lebih besar daripada KPR biasa. Sisi positifnya, hutang Anda bisa lunas lebih cepat karena jangka waktu kredit yang lebih pendek. Dan penting untuk mencari perumahan yang dkelolah oleh pengembang syariah yang terdaftar menjadi anggota Developer Property Syariah Indonesia (DPSI). Anda juga perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang rekam jejak pengembang.

Membayar secara bertahap

Metode ini mirip dengan skema mencicil langsung ke pengembang. Perbedaannya adalah jangka waktu kredit yang lebih pendek sekitar 5 tahun atau sesuai kebijakan dari pengembang. Karenanya, uang yang harus dibayarakan pun dalam setiap periode pembayaran akan lebih besar. Pembayaran bisa dilakukan per berapa bulan atau per tahun tergantung kesepakatan. Jika dihitung, membeli rumah dengan metode cicil bertahap jauh lebih murah karena jangka waktu kredit yang lebih singkat.

Jadi marketing properti

Memang sulit untuk membeli rumah secara tunai, namun bukan berarti mustahil. Cobalah belajar bagaimana menjadi marketing properti. Anda tidak harus menjalaninya sebagai pekerjaan utama, sebagai freelance juga bisa. Menjadi marketing properti memungkinkan Anda memperoleh komisi yang besar setiap kali Anda berhasil melakukan penjualan. Komisi tersebut bisa ditabung sebagai tambahan untuk membeli rumah secara tunai.